Saat hamil, ibu mengalami perubahan secara hormonal. Akan tetapi masalah gigi dan mulut pada ibu hamil bisa pula dipicu hal-hal sebagai berikut:

– kesehatan mulut yang buruk/kotor.

– perasaan akan muntah/mual jika menggosok gigi atau menggunakan pasta gigi.

– sering makan makanan manis saat hamil

– timbul kemalasan untuk menggosok gigi saat hamil

Apa saja bentuk masalah yang biasa dijumpai saat hamil dalam rongga mulut?

Gingivitis
Gusi akan tampak bengkak, sensitif dan nyeri , dan mungkin mudah berdarah dan atau tanpa sebab.
o Tingginya hormon progresteron dan esterogen akan meningkatkan insidensi inflamasi pada gusi.
o Masalah gusi ini biasanya dimulai trimester 1 (bulan kedua). Keadaan paling buruk sering dijumpai saat trimester ke 3 (usia hamil 8 bulan) .
o Saat hormon mulai turun di usia kehamilan 9 bulan, masalah gusi akan mulai berkurang.
o Karena perubahan hormon ini, Gigi juga akan cenderung bermasalah.
o Plak akan mudah terbentuk sehingga mudah terjadi radang gusi dan karies.

Heartburn and vomiting ( morning sickness). Morning sickness yang parah dapat meningkatkan keasaman dalam mulut sehingga menyebabkan erosi email gigi.

Pregnancy Epulis
Benjolan ini bisa saja terjadi pada gusi. Tidak berbahaya dan mudah dihilangkan oleh dokter gigi. Warnana bervariasi mulai dari merah jambu sampai merah., tergantung pada tingkat pertumbuhannya. Bisa muncul di awal kehamilan.

Granuloma atau tumor
Terjadi pada gusi, Berbentuk nodular, bengkak dan dapat membesar, teraba, dan biasanya tidak menimbulkan nyeri/sakit.Penyebabnya adalah iritasi kronis atau injury.

Bagaimana dengan tindakan gigi selama kehamilan?

Tindakan gigi seperti menambal gigi (dental filling and crowns) idealnya dilakukan pada trimester kedua. Pada kasus emergency seperti eleminasi infeksi, pencabutan gigi dan perawatan saluran akar bisa saja dimungkinkan untuk dilakukan. Untuk tindakan gigi yang bersifat pilihan seperti dental kosmetik (pemutihan gigi) sebaiknya ditunda/dilakukan sampai pasca persalinan.

Bagaimana dengan tindakan foto gigi pada masa kehamilan?

Foto gigi kadang diperlukan untuk tindakan giig rutin atau tindakan gigi emergency. Foto gigi dengan tujuan pemeriksaan rutin sebaiknya ditunda sampai ibu melahirkan. Namun tidak menutup kemungkinan foto gigi ( X-rays) dilakukan jika keadaan emergency. Menurut American College of Radiology,single diagnostic X-rays dengan dosis radiasi tidak berpengaruh secara signifikan pada perkembangan embrio atau fetus. Radiasi dari X-rays gigi adalah sangat rendah. ZAkan tetapi sebaiknya tindakan pencegahan untuk meminimalkan paparan radiasi tetap harus dilakukan, misalnya penggunaan “thyroid collar” atau “apron” saat foto X-rays. Sebaiknya ibu hamil menghindari semua tindakan yang beresiko pada janin pada trimester pertama karena perkembangan organ fetus terjadi pada trimester pertama kehamilan. Jika tidak bersifat emergency, tindakan gigi dapat dilakukan pada trimester ketiga atau ditunda sampai ibu melahirkan jika memungkinkan. Hal tersebut untuk menghindari persalinan prematur.

Bagaimana dengan Obat yang digunakan untuk Ibu hamil selama dilakukan prosedur tindakan gigi?

Sebaiknya penggunaan obat-obatan secara umum selama masa kehamilan dihindari, terutama saat masa kehamilan 3-11 minggu. Namun demikian belum ada bukti dan laporan bahwa anestesi lokal berbahaya di awal pertama masa kehamilan. Dosis besar pada anestesi lokal dapat berpengaruh secara lanjut pada kehamilan , terutama mendekati saat persalinan. Ibu hamil dengan kasus emergency dapat menerima obat anestesi lokal dengan dosis rendah. Lidokain adalah obat pilihan yang biasanya digunakan untuk tindakan gigi. Jika memungkinkan, sebaiknya ibu hamil menghindari obat anestesi likal yang mengandung epinefrin. Adapun obat antibiotik dengan kategori B (misal penicillin, amoxicillin, and clindamycin) aman untuk ibu hamil.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here